:: Kuliner
July 10th, 2010 | in
Kuliner,
Wisata |
1 comment
Kediaman Soekarno di Bengkulu yang kini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah memang menyimpan sejuta kenangan dan keunikan. Seperti halnya di bagian belakang rumah kediaman tersebut, yang terdapat sebuah lemari tua. Dan, ada secarik kertas yang ditempelkan pada daun pintu lemari sederhana tersebut. Kalimat pada secarik kertas tersebut menceritakan sejarah lemari tua itu, yang konon digunakan untuk menyimpan makanan yang paling disukai Presiden Soekarno. Bagar Hiu dan Pais Ikan di antaranya. Petugas di rumah bersejarah tersebut pun menyebutkan kedua makanan tersebut, bagar hiu dan pais ikan, memang merupakan makanan favorit Soekarno selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu sejak 1938 hingga 1942.
Dari keterangan petugas ini pula, diketahui kedua makanan ini merupakan makanan khas masyarakat atau penduduk di Bumi Raflesia ini.
Tak banyak restoran atau tempat makan yang menyajikan menu bagar hiu. Restoran di Jalan P Tendean KM 6,5 Bengkulu adalah salah satunya. Maklumlah, restoran ini memang menawarkan aneka makanan khas Bengkulu, mulai dari pendap (campuran ikan dan kelapa parut yang dibungkus dengan daun talas, kemudian dikukus 12 jam), gulai rebing asam ikan laut, terung unji, tempoyak (sejenis sambal dari bahan durian dengan campuran ikan laut atau udang), dan sejumlah makanan khas Bengkulu lainnya.
Sebagaimana ciri khas makanan Pulau Sumatra umumnya, hampir semua sajian di rumah makan ini tidak lepas dari santan kelapa sebagai salah satu bahan bakunya.
Bagar hiu merupakan salah satu makanan khas Bengkulu. Dari tampilannya, olahan masakan ini layaknya rendang daging. Yang membedakan, bagar hiu ini menggunakan ikan hiu sebagai bahan baku pengganti daging selain kelapa yang disangrai terlebih dahulu, kemudian digiling. Bumbu-bumbu lainnya, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas, aneka bumbu-bumbu dasar lainnya, melengkapi cita rasa makanan ini. Tapi kelapanya tidak dibuat santan. Jadi, bagar hiu itu tidak menggunakan santan meskipun ada kelapany.
Memasak bagar hiu sebenarnya cukup mudah. Namun, (more…)
Popularity: 2% [?]
Bagi anda yang ingin bekerja atau belajar di Korea Selatan, berikut ini perkiraan biaya makan sehari-hari di Korea:

sumber
Popularity: 2% [?]
June 23rd, 2010 | in
Kuliner |
Leave a comment
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Di Semarang dewasa ini ada lima ”aliran” lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda.
Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem),
kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan
ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan
aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (68), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu (more…)
Popularity: 2% [?]
Libur sekolah akan tiba, saatnya anak-anak meninggalkan sejenak bangku sekolah untuk berlibur. Tidak ada salahnya, sesekali Anda mengajak sang buah hati untuk mencoba berpetualang dengan wisata kuliner. Selain berlibur, anak-anak juga bisa mengenal kekayaan kuliner lokal dan mancanegara serta mempelajari beragam disiplin ilmu melalui makanan.
Masa anak-anak adalah masa perkembangan. Mereka dengan mudah menyerap beragam disiplin ilmu. Namun, sering kali anak malas belajar karena pendekatan pendidikan dengan metode pembelajaran yang monoton atau media yang digunakan tidak menarik.
Mengenalkan Kekayaan Kuliner Nusantara
Jika tahun-tahun sebelumnya Anda mengajak anak berlibur ke arena bermain atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tidak ada salahnya jika liburan kali ini diisi dengan kegiatan wisata kuliner. Ajak anak-anak untuk mengenal kekayaan kuliner nusantara, misalnya dengan mengajak anak-anak mengunjungi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, seperti restoran makanan daerah atau tempat wisata yang banyak menyediakan makanan tradisional. Atau dengan mengunjungi restoran yang menyajikan hidangan nusantara, seperti restoran Manado, rumah makan Padang, restoran Makassar atau rumah makan Betawi. Libatkan anak untuk memilih tempat makan yang akan dikunjungi sehingga anak lebih antusias melakukan wisata kuliner.
Selama memilih menu hidangan dan menikmati makanan, ceritakan akan sejarah makanan tersebut dan kekayaan Indonesia akan keragaman masakannya. Hampir semua daerah memiliki kekayaan kuliner yang khas, baik yang berupa makanan, jajanan, kue, minuman maupun cara penyajian. Jika Anda mengajak anak mengunjungi restoran atau tempat makan dari daerah Jawa Tengah, beri penjelasan kepada mereka, bahwa masakan daerah Jawa Tengah cenderung berasa manis karena di Jawa Tengah banyak dihasilkan gula merah atau gula tebu. Jawa Barat masakannya cenderung pedas dan banyak menggunakan lalapan. Jawa Timur banyak menggunakan petis udang dan cita rasa asin karena daerah pesisir yang banyak menghasilkan udang dan garam. Berbeda dengan Jakarta, yang memiliki keragaman penduduk. Masakan Jakarta banyak diilhami oleh kuliner Eropa maupun Belanda, seperti soto betawi yang menggunakan susu. Susu tidak lazim digunakan dalam kuliner Indonesia, namun penjajahan Belanda, merubah sebagian pola makan masyarakat kita. Makanan Betawi juga banyak diilhami oleh pola makan masyarakat keturunan Tionghoa, seperti lontong cap go meh, bakso, mie ayam, bakpau, kue mangkok, kue ku atau jajanan seperti lumpia yang sebenarnya merupakan makanan yang berasal dari Cina.
Provinsi Sumatra lain lagi, (more…)
Popularity: 2% [?]
June 12th, 2010 | in
Kuliner |
Leave a comment
Bosan dengan bakso daging sapi? Anda bisa mencoba yang satu ini, bakso dari daging belut. Di Ciamis, Jawa Barat, jajanan itu sudah lama dikenal karena rasanya yang gurih dan tak kalah dari bakso sapi.
Warung yang menjual bakso belut tersebut berada di pusat kota, sekitar 200 meter dari alun-alun Ciamis. Selain rasanya yang gurih, bakso belut diyakini pula memiliki khasiat meningkatkan stamina kaum Adam. Tak heran, kebanyakan konsumen bakso belut adalah kaum laki-laki.
Menurut Tuti, sang pemilik warung, cara membuat bakso belut sama dengan bakso sapi. Belut dipotong-potong lalu dibuang bagian kepala dan ekornya. Tak lupa bagian perutnya juga dibersihkan. Setelah itu, daging digiling hingga lembut. Selanjutnya diberi bumbu dan dicetak menjadi bakso.
Lalu, bakso dimasak dalam air mendidih. Dengan menambah mi dan bumbu-bumbu lainnya, bakso belut pun siap disajikan. Harganya pun terjangkau. Anda cukup membayar Rp6.000 per mangkok.
sumber
Popularity: 2% [?]
June 7th, 2010 | in
Kuliner |
Leave a comment
Jika anda berkunjung ke Kabupaten Kediri, rasanya sayang kalau tidak mencoba makanan yang satu ini, pecel Sriaji Joyoboyo. Disebut pecel Sri Aji Joyoboyo, karena warung pecel milik Sunarsih tersebut, berada disekitar areal wisata petilasan Sriaji Joyoboyo, di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Makanan pecel, mungkin tak asing lagi bagi banyak orang, sayuran yang dipadu dengan kuah sambal yang terbuat dari kacang. Namun, ada yang berbeda dengan pecel buatan Sunarsih. Selain bumbunya yang terasa sangat tajam, rasa sambal yang sangat pedas, justru membuat pembeli ketagihan.
Dengan harga hanya 3.500 rupiah saja, pengunjung bisa menikmati satu piring pecel, di warung Sunarsih. Berbagai macam sayuran yang sudah dimasak, kemudian ditata dalam piring. Mulai kacang panjang, kangkung, kembang turi dan kecambah, lalu disiram dengan sambal kacang yang sudah dihaluskan dilengkapi dengan berbagai bumbu. Khusus sayuran, Sunarsih memang selalu hanya menggunakan, ketiga jenis sayuran tersebut Ditambah dengan kerupuk pasir. Jika pembeli suka, Sunarsih juga menyediakan tahu goreng dan bakwan, (more…)
Popularity: 2% [?]
Kalau anda ke Surabaya, tidak sempurna jika anda tidak berkunjung ke Pasar Atom, salah satu tempat wisata kuliner di kota ini.
Pusat Perbelanjaan Pasar Atom Surabaya terletak dikawasan Surabaya Utara dengan luas tanah lebih dari 6 hektar. Lokasi yang dapat diakses dari empat arah jalan, yaitu: Jl. Bunguran, Waspada, Siaga dan Stasiun Kota menjadikan Pasar Atom sebuah pusat perbelanjaan yang strategis.
Pasar Atom merupakan pusat perbelanjaan dengan icon-iconnya yang khas menarik dimana para pengunjungnya tidak hanya datang untuk sekedar window shopping melainkan shopping buyer, dimana mereka datang untuk berbelanja. Tingkat kunjungan rata-rata setiap harinya adalah 20.000 sampai 30.000 orang per hari untuk weekday dan lebih dari 50.000 orang per hari untuk weekend. Hal yang menarik didalam berbelanja di Pasar Atom adalah seni tawar menawar antara pembeli dengan penjual pada saat transaksi karena mayoritas stand yang ada langsung dijaga oleh pemiliknya sendiri. Hal ini merupakan nilai tambah yang dimiliki Pasar Atom dibanding dengan pusat perbelanjaan lain di Surabaya.
Secara umum Pasar Atom terdiri dari 8 lantai bangunan dengan pembagian lantai 1 sampai dengan lantai 4 untuk pusat perbelanjaan dan lantai 5 sampai 8 untuk sarana parkir. Secara bangunan, Pasar Atom terdiri dari 5 tahap yaitu Tahap I, Tahap II, Tahap III, Tahap IV dan Tahap V yang dikembangkan lebih lanjut dengan adanya Pasar Atom Mall.
Banyaknya jumlah stand menjadikan Pasar Atom sebagai salah satu pusat perbelanjaan terlengkap. Hal ini dapat kita lihat dari jenis usaha yang sangat lengkap dan variatif. Mulai dari tekstil, emas, makanan, jajanan pasar, camilan, P&D, pakaian dewasa dan anak-anak, pakaian pesta, sepatu, pakaian dalam, penjahit, bed cover dan sprei, aksesories, mainan anak-anak dan fancy, souvenir, stationery, furniture, institusi perbankan, dan lain-laindapat ditemukan di Pusat Perbelanjaan Pasar Atom. Jika diuraikan lebih rinci adalah sebagai berikut:
* Tahap I dipenuhi oleh pedagang tekstil, sepatu, P&D, pakaian anak, stationery, tailor.
* Tahap II juga didominasi dengan jenis usaha yang hampir sama dengan tahap I, tetap tahap II mempunyai ciri khas tersendiri dimana di tahap ini dapat kita temui para penjahit yang dapat memperbaiki pakaian, sepatu dan tas. Ditambah lagi depot-depot makanan yang menjadi “jujugan” makanan khas Jawa Timur.
* Tahap III lebih didominasi oleh para pedagang bunga dan segala pernak-perniknya, tas, emas, perhiasan, pakaian, dan di tahap ini terdapat kolam renang di lantai 5.
* Tahap IV (Ruko) dipenuhi oleh pengusaha angkutan, toko mainan grosir, bank dan lain-lain.
* Tahap V lebih banyak ditempati oleh boutique dan accessories, souvenir, serta supermarket dengan luas 1000 meter.
Sementara itu pada setiap pertemuan gedung, antara tahap I dan tahap III atau lebih dikenal dengan tahap I-III diisi dengan stand promosi dan pameran. Pertemuan antara tahap II dan tahap V yang diperuntukkan toko emas, pertemuan antara tahap III-IV untuk para penjual gorengan dan kue-kue basah, serta pertemuan antara tahap III-V untuk para penjual camilan ataupun jajanan khas Jawa Timur.
Bagi anda pencinta kuliner, anda dapat mencoba berbagai macam jajanan dan makanan tradisional khas Jawa Timur, antara lain:
Bubur Madura
Pada bagian depan Pasar Atom yang menghadap Jalan Waspada, Anda dapat menemukan ibu-ibu penjual Bubur Madura. Mereka berjualan saling berdekatan dengan duduk di bangku pendek dengan barang dagangan dalam nampan beralaskan daun pisang atau diletakkan diatas meja-meja pendek. Bagi pembeli yang ingin menikmati bubur ini, tersedia 2 sampai 3 kursi plastik tanpa sandaran.
Saat pembeli memesan bubur ini, penjual akan mulai meracik campurannya. Campurannya antara lain bubur nasi putih, bubur sumsum (terbuat dari tepung beras dan santan), ketan hitam, santan kental, biji salak (terbuat dari ubi) dengan kuahnya yang kental. Rasanya asin dari bubur sumsum dan santan bercampur dengan rasa manis dari air gula merah menambah kenikmatan bubur ini. Selain itu, ada rasa kasar dari butiran bubur nasi putih dan ketan hitam saat memakannya.
Bubur Madura disajikan diatas daun pisang. Untuk mengambil makanan dibeikan daun pisang yang dilipat 2 sebagat sendoknya. Harga satu porsi bubur ini sekitar Rp 4.000,-. Cukup terjangkau untuk mengganjal perut agar tidak merasa lapar.
Jajanan Surabaya
Berlanjut ke bagian samping Pasar Atom, dekat koridor banyak penjual menjajakan aneka kue jajanan pasar tradisional dan gorengan. Kue sus rasa coklat, durian, rum, atau rogut kelihatan menggoda. Makanan khas seperti ote-ote Porong juga ada di sini. Selain itu, kue dolar yaitu kue tipis berbentuk lingkaran kecil seperti uang logam. Kue ini memiliki berbagai pilihan rasa yaitu rasa keju, rasa pisang, atau rasa coklat yang merupakan rasa yang paling diminati.
Di koridor ini, banyak pengunjung yang mampir ke kios Cakue Peneleh. Seperti namanya, kios ini menjual cakue udang sebagai makanan andalannya dan makanan lainnya seperti bakpao, roti goreng, dan kompiang. Kompiang adalah sejenis roti padat dan terasa lebih keras dari roti pada umumnya serta ada taburan wijen diatasnya. Untuk bakpao dan kompiang ada yang isinya daging babi, jadi harap tanyakan dulu kepada penjualnya sebelum membeli. Sedangkan pada bagian dalam Pasar Atum terdapat para pedagang manisan, permen-permen, atau kue kering curah.
Bila Anda menyukai bakso atau di Surabaya dikenal dengan bakwan. Tempat yang legendaris adalah Bakwan Kapasari dan Bakwan Gili. Bakwan ini telah cukup lama dikenal oleh masyarakat Surabaya. Hanya saja, menurut kabar, bakwan ini tidak halal. Jadi, harap pastikan dahulu dengan penjualnya. Untuk Bakwan Kapasari, harganya cukup mahal mulai dari Rp 4.000,- per satu bakwan atau bakso.
Tempat kuliner lainnya adalah di dalam food court pasar ini. Anda juga dapat mengunjungi food court yang ada di lantai 3. Seperti food court pada umumnya, ada banyak makanan tersedia. Beberapa bahkan merupakan makanan khas Surabaya yang sudah melegenda dan membuka cabang disini. Misalnya es krim Zangrandi atau Nasi Udang Ibu Rudy. Beberapa makanan yang dijual merupakan makanan yang sudah dikenal dan sering diliput di beberapa majalah atau televisi karena keunikan dan kenikmatannya.
Wisata Kuliner Malam hari
Pada malam hari, di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan makanan nikmat. Walaupun hanya berupa tenda atau gerobak, pedagang-pedangang di Jalan Waspada (seberang Pasar Atom) siap menjajakan makanannya.
Kue Pancong
Kue pancong bisa Anda beli untuk cemilan di malam hari. Harganya sekitar Rp 9.000,- per porsi. Kue pancong dengan taburan keju dan coklat terasa gurih karena menggunakan bahan kelapa muda. Makanan tradisional ini sudah jarang ditemukan.
Bubur Kacang Hijau Dicampur Kelapa Muda
Ada pula bubur kacang hijau. Sebagai campurannya, Anda dapat memilih untuk dicampur dengan ketan hitam. Makanan ini mungkin sering dibuat di rumah untuk anak-anak karena kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Sebagai pelengkap rasa, penjual menambahkan potongan kelapa muda. Mungkin bisa Anda coba juga saat membuat makanan ini untuk anak-anak.
Nasi Cumi
Tenda yang selalu ramai dikunjungi di malam hari adalah nasi cumi yang baru mulai dijual pukul sebelas malam. Pembelinya rela menunggu sampai malam untuk dapat menikmatinya. Harga nasi tergantung tambahan lauk yang dipilih. Yang membuat menu ini istimewa adalah rasa gurih yang berasal dari kuah cumi yang dimasak beserta tintanya sehingga berwarna hitam. Semakin malam, semakin ramai pembeli nasi cumi di tempat ini.
Pasar Atom memang selalu ramai dikunjungi. Setelah berwisata di kota Surabaya, sempatkan membeli beberapa oleh-oleh di kawasan ini. Bahkan pada malam hari, Pasar Atum tetap menjadi salah satu kawasan wisata kuliner menarik di kota Surabaya.
LOKASI:

Sumber: Pasaratom.com, Kumpulan.Info
Popularity: 7% [?]
May 8th, 2010 | in
Kuliner |
Leave a comment
Berbicara soal makanan China tak akan ada habisnya. Selain karena sensasi kenikmatan yang dihadirkannya, ragam masakan asal negeri Panda ini juga sangat banyak. Salah satu yang cukup terkenal di dunia adalah masakan China asal Kanton. Kalau Anda tertarik mencicipinya, cobalah makan di Crystal Jade Palace Restaurant.
Restoran ini menawarkan masakan Kanton ala Hong Kong. “Penduduk Hong Kong banyak yang berasal dari Kanton, dan mereka mengembangkan masakan Kanton. Inilah yang kami sajikan,” jelas Ip Yiu Tung, Chairman Crystal Jade Culinary Concepts Holding Pte. Ltd., perusahaan induk Crystal Jade Palace Restaurant.
Salah satu keistimewaan restoran ini, di sini Anda bisa mencicipi menu lengkap makanan ala Kanton. Mulai dari hidangan pembuka, sampai menu penutup. Maklum, restoran ini memang menyajikan konsep fine dining.
Restoran ini bisa menjadi pilihan untuk sekadar bertemu atau menjamu klien. Atau sebagai tempat menggelar acara besar, baik acara korporat atau pesta keluarga.
Selain menyajikan hidangan khas Kanton, Crystal Jade juga menyuguhkan desain interior yang ramah dan elegan. Semua itu adalah hasil karya Yasuhiro Koichi, seorang desainer interior internasional yang cukup kenamaan.
Di salah satu ruangan resoran ini, Anda bisa menikmati makanan sembari melihat pemandangan Bundaran Hotel Indonesia.
Ubur-ubur rasa rujak
Di restoran ini, Anda bisa mencicipi berbagai masakan China yang masih agak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia.
Cobalah saja memesan cold jellyfish with sesame oil. Sesuai namanya, ini adalah ubur-ubur, yang dipotong panjang-panjang menyerupai mie tebal. Ini adalah salah satu menu pembuka yang biasa disantap orang Kanton. Rasanya sedikit kenyal, agak tajam namun segar, mengingatkan kita pada rasa rujak.
Anda juga bisa mencoba menu pembuka lain, misalnya roasted peking duck. Ini adalah potongan bebek peking yang dibungkus semacam kulit lumpia.
Untuk menu utama, salah satu pilihannya adalah (more…)
Popularity: 2% [?]
April 16th, 2010 | in
Kuliner |
Leave a comment
Bagi anda penggemar makanan pedas, anda bisa mencoba yang satu ini.
Warung super sambal, ya di warung ini ada 23 jenis sambal khas Jawa, mulai sambal goreng hati, sambal terasi segar, sambal udang, sambal belut, sampai sambal bawang. Istimewanya, sambalnya dibuat langsung setelah anda pesan. Mulai dari merebus cabai, menumbuk, ngulek, sampai proses pencampuran bumbu dan menggoreng sampai selesai menjadi sambal. Tingkat kepedasannya pun bisa dipesan sesuka hati, sehingga pas dengan selera dan kekuatan anda menahan rasa pedas.
Selain aneka sambal, warung ini juga menyajikan berbagai masakan tradisional jawa seperti (more…)
Popularity: 6% [?]
April 13th, 2010 | in
Kuliner,
Wisata |
3 comments
Jangan mengaku pernah ke Kediri, kalau belum merasakan kelezatan Soto Bok Ijo. Kelezatan Soto Bok Ijo sudah tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya warga asli Kediri, para pendatang dari berbagai daerah yang pernah tinggal di Kediri, pasti akan selalu kangen dengan nikmatnya Soto Bok Ijo. Semua orang yang pernah tinggal di Kediri, pasti mengenal salah satu kuliner khas Kota Kediri tersebut.
Tidak ada yang tahu secara persis, kenapa soto tersebut diberi nama Soto Bok Ijo. Namun dari cerita turun temurun, istilah Soto Bok Ijo dikenal karena lokasi berjualan para tukang soto tersebut berada di sekitar Bok Ijo. Bok Ijo merupakan bahasa lokal Kediri, yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti Jembatan Hijau. Namun bagi pendatang luar daerah yang hendak menikmati Soto Bok Ijo, jangan pernah berpikir bakal menemukan Buk Ijo. Lokasi Buk Ijo kini sudah berubah menjadi pertigaan padat lalu lintas, karena posisinya berada di depan Terminal Tamanan Kota Kediri.
Seiring dengan penataan wilayah barat Sungai Brantas, lokasi Soto Bok Ijo, kini dipindahkan ke lokasi baru, yang berada satu areal dengan kompleks Terminal Tamanan Kota Kediri. Tidak kurang dari 25 penjual soto mangkal di lokasi ini. Cukup bersih. Rombong soto dengan beragam bentuk dan warna, ditata rapi. Lokasi ini cukup strategis, karena dilewati jalur transportasi bus antar kota antar propinsi dari arah Jakarta, Solo dan Surabaya. Dengan mobil pribadi, lokasi Soto Bok Jo juga mudah dicapai. Areal parkir juga luas.
Soto Bok Ijo termasuk salah satu makanan khas Kediri. Rasanya memang berbeda dengan soto biasa. Terutama pada rasa dan jenis kuahnya. Jika umumnya kuah soto jernih, kuah Soto Bok Ijo cukup kental. Paduan rempah rempah yang dipadu dengan santan kental. Jadi sangat berbeda dengan Soto Lamongan, ataupun Soto Makasar.
Soto Ayam Bok Ijo ini menawarkan berbagai keunikan. Pertama, porsinya. Soto ayam Bok Ijo, rata rata disajikan dalam mangkuk kecil. Dalam satu mangkok kita akan menemukan nasi, potongan ayam kampung, taoge kecil, irisan kol, seiris jeruk nipis dan tentu saja kecap. Kecapnya khas, tradisional, manis dan kental. Sebagai pelengkap, bisa meminta tambahan bagian lain dari ayam seperti kulit, kepala, jerohan atau ada pula sate telur puyuh.
Ada tambahan unik yang tidak ditemukan di tempat lain, yaitu ayam bakar kecap. Uniknya, yang dibakar adalah bagian tulang ayam yang dagingnya sudah diambil untuk soto. Nah, kelezatan menikmati sisa daging yang melekat di tulang ayam bakar ini sungguh menerbitkan air liur tiap kali menikmatinya bersama sesuap soto ayam panas. Sungguh dahsyat perpaduan soto ayam yang segar dengan manisnya ayam bakar khas soto Bok Ijo. Sangat berbeda dengan jika kita hanya menyantap ayam bakar biasa.
Karena porsinya yang kecil, (more…)
Popularity: 7% [?]