Jangan katakan tidak ada apa-apa yang bisa anda lihat/kunjungi jika anda ke Jakarta. Di Jakarta banyak sekali tempat wisata yang dapat anda kunjungi. Jika anda suka tentang tempat-tempat bersejarah. Tempat-tempat berikut dapat menjadi pilihan bagi anda.
1. Gedung Kesenian Jakarta.

Gedung Kesenian Jakarta dibangun tahun 1821 di Weltevreden dan disebut sebagai Theater Schouwburg Weltevreden. Untuk penerangan digunakan lilin dan minyak tanah dan kemudian pada tahun 1864 digunakan lampu gas. Pada tahun 1882 lampu listrik mulai digunakan untuk penerangan dalam gedung.
Gedung ini direnovasi pada tahun 1987 dan mulai menggunakan nama resmi Gedung Kesenian Jakarta. Sebelumnya gedung ini dikenal juga sebagai Gedung Kesenian Pasar Baru dan Gedung Komidi.
Gedung ini beralamat di Jalan Gedung Kesenian 1, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
2. Gedung Mohammad Hoesni Thamrin.

Gedung Mohammad Hoesni Thamrin merupakan museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Jalan Kenari II No. 15, Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi foto reproduksi, radio dan barang-barang milik, serta kepustakaan tentang kiprah perjuangan Mohammad Hoesni Thamrin dalam pergerakan nasional Indonesia.
Muhammad Hoesni Thamrin adalah anak wedana Tabri Thamrin yang pernah bekerja di kantor kepatihan Batavia serta menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat). Karena perjuangannya membela rakyat, beliau ditangkap oleh pemerintah Belanda dan menjadi tahanan rumah sampai saat wafatnya pada tanggal 11 Januari 1941.
3. Monumen Nasional (Monas).

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.
Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1920an.
Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961, dan diresmikan 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.
Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.
Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.
4. Museum Bahari.

Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Disajikan pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Di sisi lain ditampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), tehnologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat-istiadat masyarakat nelayan Nusantara. Melengkapi penampilan kebaharian Indonesia, museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia – Amsterdam.
Museum ini berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Barat.
Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976 bangunan cagar budaya ini dipugar, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.
5. Museum Bank Indonesia (more…)
Popularity: 4% [?]
Museum Wayang berada di sekitar Museum Sejarah Jakarta. Museum Wayang ini diresmikan oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975. Dulunya, disebut Museum Batavia yang dibuka pada tahun 1939 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer.
Saat memasuki museum, kita akan disambut sebuah patung bagong. Ketika kita menyusuri lorong museum di sebelah kiri dan kanan kita akan melihat koleksi lampu blencong. Selain itu, juga ada fragmen wayang Bung Karno dan Bung Hatta yang menceritakan tentang perjuangan. Nah, sebelum naik ke lantai dua, anda akan melihat sebuah ruangan audio visual. Biasanya ada pemutaran cerita wayang dalam bentuk video, untuk menggantikan pagelaran wayang asli, yang biasa ditampilkan setiap hari minggu pada minggu kedua, ketiga dan keempat.
Kita lanjutkan penyusuran ke (more…)
Popularity: 4% [?]
Ke mana biasanya Anda pergi untuk menghabiskan waktu luang di akhir minggu? Mungkin sebagian besar dari Anda akan menjawab mal atau pusat hiburan. Memang untuk awalnya, jalan-jalan di tempat hiburan seperti itu menyenangkan. Anda bisa berbelanja, mengobrol di cafe yang biasanya menjamur di mal, makan, atau hanya sekedar jalan menikmati suasana yang ada. Pertanyaannya, berapa lama Anda bisa menjadikan mal sebagai tempat refreshing yang harus dikunjungi pada akhir minggu?
Ada begitu banyak tempat lain selain mal yang dapat digunakan untuk menghilangkan kejenuhan selama bekerja. Namun, lengkap dan penuhnya acara di suatu mal membuat nama besar tempat hiburan lain pelan-pelan mulai hilang.
Ada beberapa saran tempat untuk liburan Anda di akhir pekan. Selamat menyimak!
1. Museum. Pergilah ke museum di kota Anda. Kalau berada di kota Makassar, Anda dapat mengunjungi Museum Kota Makassar, Museum La Galigo, atau Musseum Pattingaloang. Daerah tersebut dipenuhi oleh museum yang berisikan barang-barang peninggalan bekas penjajahan Belanda. Berjalan bersama keluarga atau teman dekat Anda, atau bahkan berjalan sendiri di sana sejenak dapat membantu Anda untuk melupakan beratnya hidup. Anda dapat berdiskusi dengan teman mengenai barang-barang yang ada. Anda juga dapat mengambil foto di depan peninggalan sejarah tersebut.
2. Kebun binatang. Jika Anda tinggal di daerah Jakarta, Anda bisa pergi ke Ragunan. Taman Safari Bogor juga merupakan alternatif tempat yang baik. Di tempat itu, Anda bisa melihat keganasan atau kelucuan hewan yang ada. Anda juga dapat foto bersama hewan tersebut.
3. Taman kota. (more…)
Popularity: 3% [?]
Bangunan-bangunan yang terdapat di dalam benteng Fort Rotterdam selain digunakan sebagai kantor, dan pusat pelayanan informasi di lingkungan dinas Pariwisata, juga ada yang difungsikan sebagai museum dan diberi nama “Museum Negri Provinsi Sulawesi Selatan La Galigo, yang diambil dari Nama seorang tokoh Budayawan, Sastrawan, Dan Negarawan pada masa priode klasik masyarakat Sulawesi Selatan lagaligo juga merupakan nama dari sebuah karya sastra klasik yang didalamya mengungkapkan mengenai berbagai seni Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Sulawesi Selatan.
Sebagai mana fungsinya sebagai sebuah museum yakni melestarikan dan memanfaatkan warisan alam dan Budaya maka didalam museum LA Galigo dapat dijumpai benda-benda prasejarah atau Arkeologi. Kilas balik masa lampau dapat dikaji melalui situs- situs yang terpanjang, misalnya masa transisi megalitik yang muncul setelah adanya tradisi ini ditandai dengan pendirian bangunan batu besar yang digunakan sebgai saran pemujaan berdasarkan kepercayaan akan adanya hubungan antara yang hidup dan yang meninggal terutama kepercayaan bahwa ada pengaruh yang kuat dari yang telah meninggal terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanaman. Pada ruangan prasejarah arkeologi museum LA galigo dapat ditemukan bukti-bukti sejarah masa lampau. Seperti masa berburu dan mengumpulkan makanan. Masa ini disebut paleolitik sebagai awal adanya kebudayaan. Museum Lagaligo menyimpan koleksi antara lain : (more…)
Popularity: 9% [?]
Museum seni Adachi terletak di kota Yasugi, provinsi Shimane Jepang.
Di Museum Adachi, ada banyak koleksi yang terdapat di dalamnya, antara lain koleksi Yokoyama Taikan, Sakakibara Shino, Tomioka Tessai, Takeuchi Seiho, Yamamoto Shunkyo, Kawai Gyokudo, Hayashi Yoshio, dan berbagai koleksi seni dari berbagai seniman.
Tak hanya itu, Museum Adachi juga terkenal dengan tamannya. Adachi Zenko, pendiri Museum ini telah berkeliling Jepang mengumpulkan tanaman-tanaman dan bebatuan untuk dijadikan penghias taman Adachi dengan dekorasi yang menakjubkan.
Taman yang luasnya sekitar 165.000 meter persegi itu menampilkan hamparan pemandangan indah yang berbeda-beda di setiap musimnya.
Di sinilah, anda dapat merasakan keindahan alam melalui seni.
Jadwal Kunjungan dan Tarif masuk: (more…)
Popularity: 4% [?]