Category Archives: Stadion

Stadion Piala Dunia 2010: Mbombela Nelspruit

Jumlah Pembaca Artikel ini: 199

Mbombela NelspruitInilah salah satu tempat terbaik untuk melihat wajah Afrika Selatan. Stadion Mbombela Nelspruit dibangun di dekat tempat wisata andalan Afrika Selatan, Kruger National Park. Tempat ini dikelilingi kemiskinan dan proses pembangunannya sempat diwarnai pembunuhan terhadap tokoh yang gencar mengecam adanya korupsi dalam proses pembangunan stadion itu.

Nelspruit, kota berpenduduk 221.474 orang di timur laut Afrika Selatan, sama sekali tak memiliki sejarah menonjol di bidang sepak bola, selain membesarkan David Nyathi, anggota tim nasional Afrika Selatan pada Piala Dunia 1998. Kota itu dipilih semata karena terletak 50 kilometer dari Kruger National Park, tempat safari kebanggaan negara itu.

Stadion Mbombela adalah salah satu dari lima stadion yang betul-betul dikerjakan dari nol untuk kepentingan Piala Dunia 2010. Dibangun sejak Februari 2007, stadion berkapasitas 43.589 penonton ini rampung pada Oktober 2009 dengan menghabiskan dana US$ 140 juta (Rp 1,2 triliun).

Dalam proses pembangunannya, justru banyak terjadi masalah. Stadion itu dibangun di tanah milik suku Mdluli. Lewat perjuangan panjang, suku yang anggotanya masih hidup miskin itu akhirnya bisa mendesak pemerintah untuk memberi ganti rugi US$ 140 ribu (Rp 2 miliar) serta menyediakan sekolah (pengganti yang diruntuhkan di lahan stadion), jalan, serta listrik untuk perkampungan kumuh milik suku itu di sekitar stadion.

Janji kompensasi pembangunan itu baru direalisasi setelah warga setempat melakukan demonstrasi. Terry Mdluli, ketua suku itu, sempat berujar dengan pahit tentang kenyataan yang dihadapi masyarakatnya. “Jika tidak karena Piala Dunia, kami mungkin tak akan pernah merasakan semua pembangunan ini, terutama di tanah kami,” katanya.

Proses pembangunan juga diwarnai tudingan korupsi. Pada 2008, Jimmy Mohlala, juru bicara daerah Mbombela yang gencar menyuarakan tudingan korupsi itu, tewas terbunuh. Kasusnya kini masih diselidiki, tapi ia diduga dibunuh oleh suruhan orang-orang yang kecewa dengan aksi pria itu, yang membuat mereka gagal mendapatkan bagian dalam kontrak pembangunan stadion ini.

Ketika stadion sudah rampung, rumput di stadion itu ternyata terus bermasalah. Pengelola pun harus Continue reading

Stadion Piala Dunia 2010: Green Point

Jumlah Pembaca Artikel ini: 16

Green PointGreen Point Stadium di Cape Town lokasinya memang paling jauh dari 10 stadium pelaksana Piala Dunia 2010. Terletak di bagian paling utara, tapi inilah stadion terbaru yang paling artistik yang ada untuk pergelaran empat tahunan ini. Terletak di Green Point, hanya sepelemparan batu dari pinggir Samudra Hindia dan Signal Hill, stadion ini menjadi daya tarik tersendiri.

Stadion lama dulunya hanya berkapasitas 18 ribu tempat duduk, namun pernah digunakan untuk konser Michael Jackson, U2, Metallica, Paul Simon, dan Robin Williams. Ketika Afrika Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia, stadion lama diruntuhkan pada 2007 dan dibangun stadion baru seperti saat ini.

Dari sisi tampilan, eksterior stadion ini ditutupi dengan bahan yang mengurangi kebisingan. Bagian atapnya memiliki luas 37 ribu meter persegi dengan berat 4.500 ton. Stadion yang rampung dibangun pada Desember 2009 ini mampu menampung 66 ribu penonton, plus sebuah taman seluas 60 hektare yang mengelilinginya.

Cape Town memiliki satu stadion lain berstandar dunia, Newlands. Tapi stadion ini digunakan sebagai tempat pertandingan rugby. Pasca-Piala Dunia, Stadion Green Point akan jadi markas dua klub sepak bola, yaitu Ajax Cape Town dan Santos, yang “membuka” stadion ini pada 23 Januari 2010.

Kelahiran Green Point Stadium tidaklah mudah. Pertama dari sisi nama. Green Point bukanlah nama pertama yang disematkan pada stadion ini. Awalnya sempat digunakan nama African Renaissance Stadium, kemudian Cape Town Stadium, sebelum menjadi nama yang sekarang.

Selama pembangunan stadion yang menghabiskan dana US$ 600 juta, berbagai kendala juga menghadang. Protes dari penduduk, juga aksi mogok pekerja yang dibayar dengan upah rendah. Beruntung stadion selesai pada waktunya, 14 Desember 2009.

Sebenarnya, Continue reading

Stadion Piala Dunia 2010: Royal Bafokeng

Jumlah Pembaca Artikel ini: 5

Royal BafokengStadion Royal Bafokeng terletak di Rustenburg, kota di bagian barat laut Afrika Selatan dan berpenduduk 295,5 ribu orang. Stadion berbentuk oval itu didirikan untuk kepentingan Piala Dunia Rugby 1995 oleh Royal Bafokeng Nation, suku berbahasa setswana yang memperoleh kekayaan dari pertambangan platina. Komunitas ini juga memiliki Bafokeng Sports Campus, lokasi yang jadi home base tim Inggris selama Piala Dunia.

Selain untuk rugby dan sepak bola, stadion ini bisa jadi tempat pertandingan atletik. Untuk kepentingan Piala Dunia, kapasitas stadion ini ditingkatkan dari 38 ribu menjadi 44.530 tempat duduk. Peningkatan kapasitas itu memakan biaya US$ 45 juta (Rp 405 miliar) dan sudah rampung pada Maret tahun lalu.

Kemampuan stadion ini sudah dites pada Piala Konfederasi lalu. Di sana sukses digelar empat pertandingan. Pada Piala Dunia nanti, stadion ini akan menggelar lima pertandingan babak penyisihan grup dan satu pertandingan babak 16 besar.

Terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, tempat ini bukanlah yang tertinggi di antara stadion tuan rumah Piala Dunia (yang tertinggi adalah Johannesburg, 1.750 di atas permukaan laut). Tapi tetap saja tempat itu menjanjikan tantangan dan menuntut adaptasi tersendiri. Tak mengherankan bila Inggris pun memilih markas tak jauh dari kota itu.

Bagi penonton, Continue reading

Stadion Piala Dunia 2010: Loftus Versfeld

Jumlah Pembaca Artikel ini: 252

Stadion Loftus VersfeldSebelum politik apartheid di Afrika Selatan berakhir pada awal 1990-an, sebagian besar masyarakat Kota Pretoria terletak di Provinsi Gauteng di bagian utara Afrika Selatan, mengenal rugbi sebagai olahraga terpopuler.

Di kota bernama asli Pretoria Philadelphia dan pada 2010 diusulkan diganti namanya menjadi Tshwane itu, rugbi begitu mengakar dan punya sejarah panjang. Sepak bola, yang pertama kali muncul di Inggris pada abad ke-19, saat itu hanya olahraga sempalan.

Stadion megah di kota itu, bernama Loftus Versfeld, juga merupakan markas dua klub rugbi terkenal di Afrika Selatan, yakni Blue Bulls dan The Bulls. Nama stadion ini bahkan diambil dari nama pahlawan rugbi kota tersebut pada 1920-an: Robert Owen Loftus Versfeld.

Namun, semenjak politik apartheid berakhir, sepak bola juga mulai mendapat tempat di hati warga Pretoria. Salah satu klub sepak bola terkenal di Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns, yang kini dilatih mantan bintang Barcelona asal Bulgaria, Hristo Stoichkov, memilih Loftus Versfeld sebagai kandang mereka di pentas Liga Primer Afrika Selatan. Selain bagi Sundowns, stadion ini menjadi markas Supersport United FC.

Loftus Versfeld merupakan salah satu stadion tertua di Continue reading