
Gin Pai dan Makanan Khas Laos
Berbicara mengenai masakan Laos, masakan Laos lebih banyak dipengaruhi masakan Cina dan Prancis. Variasi bumbu khas Asia dengan mengandalkan rempah-rempah. Pedas, segar, dan nikmatnya memberi kesan masakan yang bercita rasa tinggi.
Gin Pai di Indonesia seperti ayam bakar. Potongan ayam dari bagian dada atau paha dibuat seperti sate ukuran besar. Warnanya kuning kecoklatan karena tusukan sate itu sudah dilumuri dengan bumbu kecap.
kenikmatan bumbu yang membalut ayam itu semakin terasa dengan bumbu tambahan yang disji terpisah, terbuat dari campuran buah mangga, potongan cabai, dan kuah asam. Bumbu ini membuat ayam terasa lebih segar di mulut.
Kesegaran itu sedikit dinetralkan dengan nasi ketan yang tersaji dalam keranjang anyaman kecil bernama huad. Sedikit keras memang, tapi nasi ketan itu terasa menjadi paduan yang pas. Semua itu bisa dinikmati dengan mengeluarkan uang 12 ribu kip.
Pengaruh budaya Prancis ikut meramaikan variasi kuliner Laos. Negara yang pernah dijajah oleh Prancis ini menciptakan cita rasa tersendiri dengan roti baquettes yang biasa digunakan sebagai teman makan sup. Merupakan potongan daging diiris tipis bercampur selada segar dan sayuran menjadi paduan yang terasa tetap dalam katupan roti daging beragi sedang itu. Rasanya tak jauh berbeda dengan makanan khas Amerika Selatan, tortilla. Bedanya, di daerah Brazil dan sekitarnya rotinya tipis seperti cane (India). Sedangkan makanan khas Laos ini dipadu dengan roti baquettes, yang dibentuk serupa sandwich. Sensasi rasa daging pilihan, entah daging ayam atau sapi, akan terbalut dengan kerenyahan sayur-sayuran segar yang dipotong seperti bentuk parutan.
Untuk santapan yang satu ini, siapkan uang 5.000-10.000 kip, harganya tergantung besar roti yang diinginkan.
Baquette Laos banyak ditemukan di sejumlah pasar di pinggir jalan. Salah satunya di Road No.13 North, sekitar 25 menit dari pusat Kota Vientiane.
(Sumber: Tempo Makassar)
Popularity: 5% [?]
Related posts:
Facebook comments:


























