Menikah dengan orang asing sudah bukan suatu hal yang asing, terlebih di zaman teknologi informasi sekarang ini, di mana orang dari satu negara bisa dengan gampang berhubungan dengan orang di negara lain melalui internet (email, chat, blog, facebook, forum, dsb) atau telepon.
Menikah dengan pasangan beda negara, mungkin buat sebagian orang Indonesia punya kebanggaan tersendiri: unik, keren atau bakal punya anak indo. Tunggu dulu, belum tentu. Mungkin bisa jadi malah sebaliknya.
Hal yang menarik tentang perkawinan campuran di Indonesia adalah banyaknya contoh di mana yang wanita dari perkawinan adalah WNI (Warga Negara Indonesia), dan yang lelaki adalah WNA. Sulit mencari contoh sebaliknya.
Pertemuan dua orang yang berbeda bangsa dan juga budaya ini tentu saja membawa masalah tersendiri. Tantangan pertama tentu saja adalah bahasa yang berbeda. Jangankan pernikahan antara dua orang dari negara yang bebeda dengan bahasa yang berebeda. Pernikahan sesamam bangsa dengan bahasa yang berbeda saja dapat menimbulkan masalah.
Tantangan kedua yang sering ditemui dan terkadang jarang dipikirkan oleh pasangan yang akan melakukan emigrasi adalah penyesuaian diri dengan budaya setempat. Misalnya saja banyak perempuan Indonesia yang sebelum menikah dan pindah ke negara calon/suami sudah memiliki pekerjaan yang baik di Indonesia serta memiliki pendidikan yang cukup tinggi, setibanya di negara calon/suami tidak bisa dengan leluasa mengembangkan karir atau bakat mereka. Dalam banyak kasus, situasi ini pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dan masalah dalam diri perempuan itu sendiri.
Berbagai sumber
Keyword:
- artikel masalah perkawinan
- masalah perkawinan
- masalah pernikahan berbeda bangsa
- panduan menikah warga asing
- punca-punca masalah pernikahan di luar negara
Silakan Baca Artikel Terkait Berikut Ini:











Pingback: Keliling-dunia