Tulisan ini dikutip dari pengalaman seorang turis, Jodi Ettenberg, ketika naik transportasi umum di Indonesia, sayangnya tidak disebutkan di mana, tetapi dia menggambarkan bahwa trasnportasi umum di Indonesia seperti itu, dan menuliskan:
Jika Anda ingin bepergian dengan bus di Indonesia, Anda harus belajar untuk menghindari cabang pohon dan meninabobokan kambing.
Ini bukanlah gambaran dari transportasi umum di Indonesia pada umumnya, tapi dia berharap bahwa menaiki bermacam-macam moda transportasi merupakan cara terbaik untuk mengenali suatu tempat, bahkan mungkin lebih intim dari yang Anda inginkan.
Dari kendaraan rusak sampai dipelototi, tempat duduk sempit, bau-bauan aneh yang memusingkan, sampai hewan ternak.
Pengalaman pertama, Tidak ada pemesanan tempat duduk.
Di luar kota besar, konsep reservasi tempat duduk tidak ada artinya. Anda memang terjamin dapat tempat duduk, tapi tiket Anda tidak menjelaskan secara spesifik di bagian mana Anda akan duduk. Bisa jadi Anda terselip di antara kardus dan karung beras serta berbagai hewan ternak.
Jika anda duduk di atap bus, Kernet bus tetap akan memanjat ke atap untuk meminta tiket Anda meski Anda harus berpegangan saat bus mulai menanjak di jalan mendaki pegunungan.
Pengalaman kedua, Belajar untuk menunduk
Jika anda kebagian tempat di atas atap bus, batang pohon akan sangat sangat menyakitkan saat mengenai kepala Anda dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Apalagi jika ada tujuh orang yang duduk di atap dan batang pohon itu berturutan memukul Anda, wow seperti sebuah komedi slapstik.
Pengalaman ketiga, Meninabobokan kambing
Ketika kedua kalinya seseorang menitipkan kambingnya di pangkuan saya saat saya duduk di atap, saya berusaha berkenalan dengannya. Tetapi si pemilik kambing malah jatuh tertidur.
Saya kemudian mempelajari hal baru: mengelus kepala si kambing sambil menyanyikan sebuah lagu Perancis akan membantu si kambing untuk tetap tenang.
Pengalaman keempat, ini mungkin pelajaran buat anda, Sikut adalah senjata terbaik
Cara terbaik untuk membuat orang asing (tak anda kenal) yang duduk di sebelah Anda agar berhenti mengelus paha Anda di tengah malam adalah dengan menyikut tulang iganya. Lakukan dengan keras!!!.
Pengalaman ke lima, Standar ganda kebersihan
Sebagai turis, Anda tidak diperbolehkan menggunakan toilet di bus malam, meski hanya untuk buang air kecil. Bahkan si kernet akan sangat kaget, seolah tidak percaya, bahwa Anda berani meminta.
Tetapi, kernet yang sama tidak akan protes jika penduduk lokal membersihkan hidungnya di gorden bus (red. Diskriminasi?).
Pengalaman ke enam, Pendingin udara artinya siap beku
Dinginnya hembusan udara dari AC akan membuat Anda menggigil. Jika Anda menaiki bus berpendingin, maka Anda seolah-olah berada dalam kulkas.
Sopir atau kernet tidak peduli walau Anda dan banyak penumpang lain sampai hampir membeku. Mereka hanya akan tertawa, seolah-olah mengatakan, “Lho, kamu kan sudah membayar mahal untuk bus yang dingin, ya inilah dia bus mahal yang dingin.”
Sumber: CNNGo
![]() |
Dapatkan PENGHASILAN TAMBAHAN TANPA BATAS dengan bergabung dalam program afiliasi Keliling-Dunia.com, klik info Dahsyatnya |